Sabtu, 14 Februari 2015
BAB II
PEMBAHASAN
1.1. Pengertian Tentang Komputer
Sekarang kita telah mengertian bahwa komputer memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, terutama di negara yang sudah maju.
Lalu timbullah suatu pertanyaan “komputer itu apa?”. Komputer yang menurut ejaan aslinya “COMPUTER” berasal dari kata “to computer” yang artinya menghitung. Jadi komputer bila diartikan secara harafiah adalah “alat hitung”. Lalu timbul secara pertanyaan lagi “Apakah komputer adalah calculator?” apakah pertanyaan ini sulit untuk dijawab, Istilah komputer mempunyai komputer yang luar dan berbeda untuk orang yang berbeda .Jadi untuk melihat jawabanya marilah kita melihat beberapa definisi mengenai komputer.
1. John C.KEEGEL dalam bukunya yang berjudul “The Language of Computer Programming”mengatakan sebagai berikut:“An electronic machine or device for processing data, it can salve problems by accpting data, performing certain operation on data, and giving the resulf of these operation”.
2. EDWARD HUMBY dalam bukunya “Computers” menulis sebagai berikut: “An electronic machine that processes data under the control of a stored program”.
3. Robert H.Blissmer dalam bukunya “Computer Annual” mengatakan sebagai berikut :
Komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut :
• Menerima input,
• Memproses input tadi sesuai programnya,
• Menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahan,
• Menyediakan output dalam bentuk informasi,
4. Donald H. Sanders dalam bukunya “Computer Today” mengatakan sebagai berikut :
Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan agar secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output dibawah pengawasan suatu langkah-langkah instruksi program yang tersimpan dalam memory (stored program).
5. V.C Hamacher, ZG. Vranesics, S.G. Zaky dalam bukunya “Computer Organization”
Komputer adalah mesin penghitung elektronik yang dengan cepat menerima informasi input digital, memprosesnya sesuai dengan suatu program yang tersimpan di memorinya (stored program) menghasilkan output informasi.
6. William M.Fuori dalam bukunya “Introduction To The Computer, The Tool Of Business”
Komputer adalah suatu proses data (data processor) yang dapat melakukan penghitungan yang besar dan cepat, termasuk penghitungan aritmatika yang besar atau operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia mengoperasikan selama memproses (definisi ini diambil dari American National Standard Institute dan sudah didiskusikan serta sudah disetujui dalam suatu pertemuan (International Organization for Standardization Thecnical Comitee).
7. Gordon B. Davis dalam bukunya “Introduction to Computers”
Komputer adalah tipe khusus alat penghitung yang memiliki sifat tertentu yang pasti.
Dari keterangan-keterangan diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa :
“Komputer adalah alat elektronik yang dapat mengolah data dengan perantaraan program dan memberikan hasil pengolahan dan alat yang dapat membaca input data dan mengolahnya sesuai dengan program yang ditetapkan untuk menghasilkan informasi yang merupakan output hasil pemprosesan input data”.
Dengan kata lain komputer adalah alat pengolah data bukan kalkulator atau mesin penghitung.
1.2. Sejarah dan Perkembangan Komputer
Berbicara mengenai sejarah dan perkembangan komputer, tidak bisa lepas dari alat-alat hitung. Sepanjang sejarahnya manusia selalu dihadapkan pada masalah-masalah yang ada sangkut pautnya dengan pekerjaan hitung menghitung, sehingga manusia selalu berusaha menciptakan alat untuk membantu meringankan bebannya.
Sejarah terciptanya komputer bermula dengan terciptanya alat-alat perniagaan, seperti Abakusyang sekarang ini dilakukan oleh komputer. Pada zaman dahulu dimulai dari cara yang paling primitif yaitu dengan menggunakan batu kerikil (calculus) dan pengiraan dilakukan dengan menggunakan jari, manik, kayu dan kulit kerang. Dengan terciptanya Abakus 5000 tahun yang lalu telah memudahkan ahli perniagaan dalam proses pengiraan asas campur, tolak dan darab. Ia telah digunakan secara meluas oleh ahli perniagaan Cina, Turki dan Yunani. Pada tahun 1673 seorang philosophy bangsa Jerman Gottfriez Wilhelm Oon Leibintz pada usia 25 tahun menciptakan sebuah mesin hitung yang selain dapat mengerjakan penjumlahan juga perkalian, jadi mesin hitung ini adalah penyempurnaan dari ciptaan Pascal. Mesin hitung ini dipasarkan pada tahun 1694.
Pada tahun 1801 Joseph Marie Jacquard dari Paris menciptakan sebuah metode penggunaan punched card untuk mengontrol benang pada mesin tenun. Hal ini mendapat tantangan dan reaksi keras dari penduduk sekitarnya, karena takut kehilangan pekerjaan puluhan tahun kemudian penenunan ini kemudian menjadi inspirasi bagi Dr. Herman Hollerith dan Charles P.Babbage. tahun 1880 dikenal sebagai langkah awal dari penggunaan punched card untuk mengolah data.
Pada tahun itu, di Amerika Serikat diadakan, sensus penduduk yang berjumlah 50 juta jiwa dikerjakan secara manual dan memakan waktu selama 7 setengah tahun.
Jadi, pada waktu sensus selesai tersebut tidak dapat dijadikan informasi lagi.
Hal ini yag mendorong Dr. Herman Hollerith dari sensus burean USA untuk menerapkan metode penggunaan punched card untuk merekam data dan mentabulasi data dalam sensus machinennya.
Dengan menggunakan cara tersebut diatas maka sensus penduduk tahun 1890 dengan jumlah penduduk 63 juta hanya dikerjakan dalam waktu 2 setengah tahun.
Kemudian pada tahun 1896 Dr. Herman Hollerith mendirikan “Tabulating Machine Company”.
Usaha pertama pembuatan komputer, sebenarnya dimulai oleh Charles P.Babbage seorang ahli matematik bangsa Inggris. Ciptaannya yang pertama ialah Difference Engine dibuat pada tahun 1812, mesin ini digunakan untuk penghitungan tabel matematika, dan dapat dianggap sebagai nenek moyang komputer.
Kemudian pada tahun 1833 Charles P.Babbage merancang sebuah mesin yang diberikan nama Annalytical Engine, mesin ini dapat melaksanakan serangkaian operasi terhadap data yang disimpan dalam internal Storage dan mampu menyimpan hasil operasi untuk digunakan dalam operasi selanjutnya.
Namun pembuatan Annalytical Engine tidak seperti pembuatan Difference Engine yang direstui dan didukung pemerintah, sehingga sampai akhir hayatnya Charles P.Babbage tak dapat menyelesaikan ciptaannya.
Pada tahun 1944 Prof. Howard Aiken dari Harvard University, tertarik untuk mengkombinasikan prinsip-prinsip penemuan yang telah dirintis oleh Dr. Herman Hollerith dan James Powers. Dengan dibantu oleh beberapa orang mahasisiwa, akhirnya terciptalah sebuah mesin “automatic calculating” raksasa yang diberi nama Mark I, yang juga dikenal dengan sebutan “Aiken’s digital computer” .
Mesin ini dapat dilaksanakan serentetan pengerjaan arithmatic secara otomatis dengan kecepatan satu per kalian per detik.
ENIAC (Electro Numerical Integrator And Calculator) adalah sebuah komputer elektronik pertama, dirancang oleh Dr. Mauchly dan I.Presper Eckert dari Pennsylvania University pada tahun 1945.
ENIAC (Electro Numerical Integrator And Calculator) mempunyai 1800 buah tabung (vacuum tubes) dan berat 30 ton dengan luas ruang 1500 kaki persegi.
EDVAC (Electronic Discret Variable Authomatic Computer) adalah hasil karya tulis Dr. Von Newman. EDVACE lebih kecil dalam ukuran tetapi lebih besar dalam kemampuan diselesaikan pada tahun 1952 menggunakan binary number system dalam mengerjakan arithmatik.
UNIVAC (Universal Authomatic Computer) adalah komputer pertama yang menggunakan magnetic tape sebagai recording media. UNIVAC menjadi terkenal setelah berhasil meramalkan akan kemenangan jenderal D.Eisenhower dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun 1952, sehingga mulai saat ini banyak orang beranggapan bahwa komputer adalah sebuah otak elektronik.
Bagaimanapun juga alat pengolah data sejak zaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan kedalam empat golongan besar :
1. Peralatan manual, yaitu peralatan pengolah data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah penggunaan tenaga tangan manusia.
2. Peralatan mekanik, yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakan dengan tangan secara manual.
3. Peralatan mekanik elektronik, yaitu peralatan mekanik yang digerakkan oleh motor elektronk secara otomatis.
4. Peralatan elektronik, yaitu peralatan yang bekerjanya sesuai elektronik penuh.
Adapun dengan adanya perkembangan komputer terciptalah komputer dengan generasi berupa :
1.2.1. KOMPUTER GENERASI PERTAMA (1940-1959)
Era komputer generasi pertama berkisar antara 1946-1956 beberapa literature memberikan jangkauan sampai tahun 1959. Ciri-ciri komputer generasi pertama adalah :
- Menggunakan tabung hampa (Vacuum Tube) sebagai komponen utama untuk menyimpan dan memproses informasi.
- Program hanya dapat dibuat dengan bahasa mesin (Assembler).
- Ukuran fisik komputer besar memerlukan ruang yang luas, cepat panas, proses kurang cepat, kapasitas penyimpanan kecil, memerlukan daya listrik yang besar, orientasi pada aplikasi bisnis.
- Memori yang digunakan berupa:
1) Delay Line
2) Tabung elektrostatik
3) Drum magnetic
- Selain ENIAC, yang termasuk sebagai komputer generasi pertama adalah :
1) Burroughs 205, 200
2) Cadac 100 series
3) Datamatic 1000
4) Datatron 203, 204 dan 205
5) EDVAC
6) Harvard Mark III dan IV
7) IBM 701, 702, 650, 704, 705 dan 709
8) NCR 120, 200 series
9) ECA Biz Mac
10) SEAC, SWAC
11) UNIVAC I dan II
12) Whirlind I
1.2.2. KOMPUTER GENERASI KEDUA (1957-1963)
Masa komputer generasi kedua berkisar antar tahun 1957 sampai. Jika komputer generasi pertama menggukan tabung hampa, komputer generasi kedua memakai transistor yang ukurannya jauh lebih kecil, lebih handal, lebih murah, dan tidak sepanas tabung hampa.
Semua komputer generasi kedua menggunakan memori berupa inti magnertik. Peningkatan kemampuan komputer cukup pesat dan komputer mulai digunakan secara luas untuk aplikasi sain dan bisnis.
Tipe komputer yang termasuk generasi kedua yaitu:
1. CDC1604,3600
2. Ferranti Atlas
3. Honeywell 800
4. IBM seri 7000 dan IBM seri 1400
5. Philco 2000
6. RCA 302, 501
7. UNIVAC III, 117
1.2.3. KOMPUTER GENERASI KETIGA (1964-1979)
Era generasi ketika berkisar antara tahun 1964 sampai dengan 1979. Komputer pada masa ini menggunakan komponen IC ( integrated circuit) sebuah IC mengandung ratusan hingga ribuan transistor. Selain itu juga mengandung resistor dan diode. Mengingat komponen-komponen elektronika terletak pada sekeping makterial semi konduktor, pengkawatan menjadi berkurang drastic dan jarak tempuh elektron menjadi sangat pendek. Oleh karena itu komputer generasi ketiga relatife kecil dan memiliki kemampuan yang jauh meningkat di bandingkan komputer generasi kedua.
Era ini ditandai dengan munculnya IBM S/360 pada tanggal 7 april 1964. Pada masa ini, awalnya masih menggunakan inti magnetik sebagai memori utama. Pada perkembangan selanjutnya, memori yang digunakan dibuat dari bahan semikonduktor. Peningkatan ukuran memori dan kecepatan eksekusi cukup drastis.
Tipe komputer yang termasuk dalam generasi ini adalah :
1. Amdahl 470 VC/6 system
2. Burroughs B 5500, B 6700, 1700
3. CDC 6000 dan Cyber 70 series
4. DEC PDP-10, 11 dan GE 400, 600
5. Honeywell 200 series dan Honeywell 2000, 6000
6. IBM S/360, S/370, system 3
7. NCR Century dan RCA spectra 70
8. UNIVAC 1108, 1110, 9400
9. Sejumlah mini komputer (Vendor: Hewlett Packard, DEC, Prime, Wang, Tandem, Perkin-Elmer, dsb.
1.2.4. KOMPUTER GENERASI KEEMPAT (1980)
Era komputer generasi ke empat di mulai tahun 1980 dan berlangsung hingga sekarang, ditandai dengan penggunaan teknologi LSI (Large Scale Intergration) dan VLSI (Very Large Scale Integrated). Teknologi VLSI memungkinkan sebuah chip yang berukuran kecil mengandung ratusan ribu transistor dan komponen elektronika lainnya.
Memulai teknologi VLSI, sebuah chip dapat menampung hal-hal yang dibutuhkan oleh komputer. Pada tahun 1971, intel berhasil membuat sebuah mikroprosessor (intel 4004).
Tipe komputer yang termasuk kategori generasi ke empat adalah:
1) IBM PC
2) IBM AS/400
3) Fujitsu DS/90
1.2.5. KOMPUTER GENERASI KELIMA (1980-an sampai tahap perkembangan)
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang mendasarkan pada arsitektur Von Neumann, komputer generasi kelima menggunakan Massivelly parallel processor (MPP) yang telah dibahasa di depan. Dengan pendekatan seperti ini komputer yang murah dapat dibuat untuk menyaingi kecepatan super komputer.
Tipe komputer yang termasuk tipe generasi kelima adalah:
1. Komputer desktop
2. Laptop, notebook dan netbook
3. PC tablet
1.3. Sistem dan Jenis Komputer
1.3.1. Sistem Komputer
Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama.
Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi. Agar tujuan pokok tersebut terlaksana, maka harus ada elemen-elemen yang mendukungnya. Elemen-elemen dari sistem komputer adalah software, hardware dan brainware.
1.3.1.1. Software (perangkat lunak/piranti lunak) adalah suatu komponen di dalam suatu sistem data berupa program atau intruksi untuk mengontrol suatu sistem untuk melakukan pengolahan suatu data. Fungsinya:
Mengidentifikasi data.
Menyiapkan aplikasi program sehingga seluruh device di dalam sistem komputer terkontrol.
Mengatur pekerjaan atau job secara efisien.
Di dalamnya terdapat beberapa komponen antara lain :
1) Operating system.
2) Compiler/translator.
3) Utility program.
4) User program.
5) Package program.
1.3.1.2. Hardware (perangkat keras/piranti keras) adalah peralatan pada sistem komputer yang secara fisik terlibat dan dapat dijamah.sistem komputer yang utuh dan bekerja dengan baik.Hardware dapat dibagi menjadi 5 yaitu.
1. Unit masukan (Input Device)
Contoh dari hardware unit masukan adalah :
a. Keyboard
b. Mouse
c. Scanner
2. Perangkat Pengolah Data (Processor)
a. Primary Storage
b. Arithmatic and logic unit
c. Control Unit
3. Unit Keluaran ( Output Device )
Beberapa contoh dari Output device adalah sebagai berikut :
a. Monitor
b. Printer
Beberapa jenis printer: Dot Matrix, InkJet
c. Speaker
4. Unit Penyimpanan (storage device)
Ada beberapa macam Storage device yaitu
a. Hard Disk
Ada 2 jenis hard disk yaitu
1). Hard Disk IDE ( Intergrated device electronics)
2). Hard Disk SCSI (small computer system interface)
b. Disket (Floppy Disk)
c. Compact Disk (CD)
d. USB Flash drive
5. Peripheral device (komponen pelengkap)
1.3.1.3. Brainware adalah sisitem komputer untuk melaksanakan sebuah kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan hardware dan software, komponen-komponen pelaksana yang mengoperasikan sistem.
Barainware dapat dibagi menurut tingkatannya :
1) Sistem analyst.
2) Programmer.
3) Komputer operator.
4) Punched/veripier operator.
5) Input/output controler.
1.3.2. Klasifikasi Komputer/Jenis Komputer
Jika kita diberi kata “komputer” kita langsung teringat sebuah alat berupa monitor, mouse, CPU, speaker, juga keyboard yang bekerja membentuk sebuah fungsi. Padahal pada kenyataannya ada media elektonik lain yang dapat dikategorikan juga sebagai “komputer”.
Ada beberapa istilah yang sampai saat ini tetap digunakan untuk mengklasifikasikan komputer, sekalipun parameter yang digunakan seringkali berubah, seiring dengan perkembangan teknologi yang mendukung komputer.
Klasifikasi tersebut, terdiri :
1.3.2.1. Mainfame
Merupakan jenis komputer yang digukan pada pusahaaan berskala besar untuk menanggani pemrosesan data dengan volume yang besar.
1.3.2.2. Mini Komputer
Mini komputer sering kali disebut system midrange.biasanya digunakan pada perusahaan berskala menengah sebagai server.
1.3.2.3. Mikro komputer
Mikro komputer lebih dikenal dengan sebutan PC(personal computer) atau komputer pribadi. Jenis ini yang paling umum ditemukan dalam rumah maupun perkantoran. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Desktop
Seperangkat alat elektronik yang terdiri dari maouse, keyboard, monitor, speaker, juga CPU dan beberapa hardware lain (printer, scanner) dan jenis perakitan dekstop dapat dibagi menjadi dua macam :
a. Built-up
b. Rakitan
2. Laptop
Laptop atau komputer jinjing atau notebook, merupakan sebuah mobile komputer yang berukuran relatif kecil dan ringan, laptop memiliki fungsi yang sama dengan dekstop pada umumnya. Komponen yang terdapat di dalamnya sama persis dengan kompenen pada dekstop hanya saja ukurannya diperkecil dijadikan lebih ringan dan lebih hemat daya.
3. Tablet PC
Adalah laptop atau portable komputer berbentuk buku. Memiliki layar sentuh atau teknologi tablet digital yang memungkinkan penggunaan komputer menggunakan stylus atau pulpen digital selain keyboard atau mouse komputer.
4. PDA
PDA merupakan singkatan dari Personal Digital Assistant. Yaitu alat elektronik yang berbasis komputer dan berukuran kecil.
1.4. Fungsi dan Kegunaan Komputer
Awal mula fungsi komputer berkaitan dengan pengolahan informasi,dimana pengelolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan aritmatika, tetapi komputer sekarang telat dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan masalah aritmatika saja. Beberapa kegunaan komputer sekarang ini adalah sebagai berikut:
a. Termasuk funsi awal komputer, yaitu melakukan sistem pemprograman dan pemprosesan data. Fungsi ini sering ditetapkan pada aplikasi-aplikasi sistem informasi, termasuk pembuatan sebuah program untuk memudahkan user dalam menjalankan sebuah komputer.
b. Fungsi yang berkaitan dengan bisnis, seperti memproses informasi keuangan sebuah perusahaan, pendataan karyawan, atau transaksi online atau sebagai media promosi.
c. Fungsi hiburan, seperti menonton film, bermain games atau mendengarkan lagu.
d. Fungsi multimedia, seperti mengolah foto, atau mengedit foto, mengedit video juga merekam lagu.
e. Membantu proses pengajaran. Maksudnya disini adalah dapat membantu dalam proses presentasi dosen atau mahasiswa. Juga kadang beberapa siswa menggunakan komputer untuk menyimpan catatannya (umumnya dalam bentuk E-book) sebagai ganti buku tulis. Serta fungsi lain mempermudah dalam mengerjakan tugas seperti karya ilmiah atau skripsi.
f. Fungsi sosial. Maksudnya adalah dengan komputer kita dapat berinteraksi dengan user lain di belahan dunia maupun, asalkan terkoneksi dengan jaringan internet.
Komputer digunakan sebagai alat bantu untuk menyimpan, mengolah data, mengambil kembali data, atau informasi yang diperlukan. Bidang pekerjaan yang juga mulai menggunakan komputer seperti sebagai berikut:
1. Penyiapan surat-menyurat sampai dengan menyimpan arsip di kantor.
2. Membuat film dalam bidang animasi dan efek tiga dimensi.
3. Mencari buku berdasarkan judul dan nama pengarang di perpustakaan.
4. Pelayanan administrasi dan pelayanan medis pada Rumah Sakit.
5. Pemesanan tiket pesawat terbang pada perusahaan penerbangan domestik maupun Internasional.
6. Administrasi negara seperti, administrasi data kepegawaian, administrasi data kependudukan, pembuatan KTP, SIM, dan lainnya.
7. Penggunaan komputer pada bidang industri.
BAB III
PENUTUP
a. Kesimpulan
Komputer adalah sebuah mesin elektronik yang sangat berguna pada zaman dahulu maupun sekarang.DimanaSejarah komputer dimulai lebih dari 5000 tahun yang silam di Cina, hal ini ditandai dengan adanya abacus yaitu sebuah alat sederhana untuk melakukan perhitungan. Sehingga berkembanglah komputer menjadi 5 (lima) generasi yaitu :
- Komputer Generasi Pertama (tahun 1940-1959)
- Komputer Generasi Dua (tahun 1959-1964)
- Komputer Generasi Tiga (tahun 1964-1970)
- Komputer Generasi Empat (sejak 1970-1980an)
- Komputer Generasi Lima (tahun 1980an-sekarang dalam tahap perkembangan)
Dari generasi pertama ke generasi selanjutnya selalu mengalami perubahan-perubahan menuju ke program komputer yang baik maupun canggih. Hanya perubahan teknologi mendatang yang mampu mengidentifikasi bagaimana komputer maupun fungsinya di masa yang akan datang.
b. Saran
Dari kesimpulan diatas bahwa komputer merupakan aset terpenting dalam memenuhi kebutuhan setiap manusia, maka sebagai mahasiswa penentu dari kemajuan atau kemerosotan bangsa, hendaknya memberikan makna, pemahaman maupun penjelasan secara rinci bagaimana perkembangan komputer dan manfaat dalam pengaksesannya.
DAFTAR PUSTAKA
Budi Permana.2000.Sejarah Komputer.Jakarta: Exel Media Komputindo.
Sutabri,Tata.2013.Komputer dan Masyarakat.Yogyakarta: Penerbit Andi.
Sutarman,S.kom,M.kom.2009.Pengantar Teknologi Informasi.Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara
Suryatmo.F,Dedy Rusmadi.1990.Pengetahuan Dasar Komputer.Jakarta: Penerbit PT Rineka cipta.
Setyaji,Jarot.2010.Buku Pintar MenguasaiKomputer dan Laptop.Jakarta: Penerbit Media Kita.
Sabtu, 07 Februari 2015
Mengubah pola pikir orang itu tidak segampang membalikan telapak tangan, sebelum mengubah pola pikir orang lain kita harus mengikuti cara main orang tersebut supaya kita tahu apa yang mereka inginkan,kita tahu apa yang mereka butuhkan,kita tahu apa yang mereka tidak inginkan,dan kita tahu apa yang mereka tidak inginkan dalam kehidupan mereka,..
Jadikan mereka yang mereka inginkan tapi dengan hal positif yang ada pada diri mereka,karna persepsi negatif pada diri mereka akan kalah oleh persepsi tujuan positif mereka, Lalu kita masuk kedalam persepsi positif mereka supaya negatif mereka semakin melemah dan kuat untuk kita ubah jalan pola pikir mereka lagi.
Jadikan mereka yang mereka inginkan tapi dengan hal positif yang ada pada diri mereka,karna persepsi negatif pada diri mereka akan kalah oleh persepsi tujuan positif mereka, Lalu kita masuk kedalam persepsi positif mereka supaya negatif mereka semakin melemah dan kuat untuk kita ubah jalan pola pikir mereka lagi.
Kamis, 05 Februari 2015
kisah pak tua jujur si penjual amplop
penjual amplop jujur. ©2013 Merdeka.com
Berita Terkait
Merdeka.com - Cuaca hari itu sedang terik. Darta (78), bapak tua dengan gembolan keresek besar mencoba mencari tempat untuk menjajakan jualannya. Mengenakan baju putih dan penutup kepala merah kusam, Darta membuka lapak tepat di seberang pintu utama kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).
Darta adalah penjual amplop. Jika kebetulan melintas di sekitar Masjid Salman ITB, ada sosok kakek renta yang sangat setia dengan 'profesinya'. 12 Tahun sudah bapak tiga anak ini menjual lembaran demi lembaran kertas segi empat, yang kini sebenarnya sudah tergerus zaman.
Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu. Kini serba praktis. Amplop pun kini bukan jadi pilihan utama bagi kebanyakan orang.
Cukup ternganga memang, ketika di sekitaran Jalan Ganeca, Bandung orang menjajakan dengan barang serba bernilai, Darta hanyalah menjual kertas amplop.
Merdeka.com, saat itu mencoba menghampiri bapak tua tersebut. Tak kuasa melihat kondisinya. Tangannya gemetar, kakinya kusam, pendengaran pun sudah tak sempurna.
"Ini amplop cep (panggilan buat orang yang lebih muda)," kepada merdeka.com, saat menanyakan barang apa saja yang dijual.
Dia menjual amplop ukuran kecil 5x3 cm dan besar 10x9 cm. Kertas amplop berisi 10 itu dibungkus ke dalam plastik. "Yang besar Rp 1.000 isinya 10, kalau yang kecil Rp 2.000 isinya 20," terangnya.
Sungguh terkaget mendengar harga yang ditawarkan. Mengapa kakek menjual semurah itu? "Saya masih dapat untung kok," jawab kakek.
Kata dia, dalam satu bungkus plastik yang berisikan 10 amplop, bisa meraup untung Rp 200. begitu juga dengan yang amplop kecil berisi 20.
Berarti kakek hanya ambil untung Rp 200 saja? "Iya bapak beli Rp 800, jual Rp 1.000 Itu juga patut disyukuri. Bapak masih bisa makan, dan yang pasti bapak sehat," ucap kakek yang enggan menaikkan harga amplopnya lantaran takut tidak laku.
Mengharukan memang mendengar jawaban jujur Darta. Keuntungan yang tidak seberapa, tapi dirinya berjuang untuk hidup. Istrinya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Sedangkan anak-anaknya, terlalu sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
"Dari pada saya mengemis, lebih baik saya berjualan, bapak masih kuat kok," jawab Darta dengan senyum.
Kebetulan hari itu Darta cukup laris jualan amplopnya. "Sudah 20 plastik habis," ungkapnya sembari mengucapkan Alhamdulilah. 20 Bungkus dikalikan Rp 1.000 berarti, sudah mendapatkan Rp 20 ribu.
Paling banyak kakek ini pernah mendapatkan Rp 50 ribu. "Alhamdulilah itu juga, suka ada yang ngasih lebih," ujarnya.
Tapi, jika belum rezekinya, Darta tidak pernah mendapatkan uang sama sekali. "Pernah muter-muter tidak laku dijual, atau ya kadang dapat Rp 10 ribu atau Rp 15 ribu," ujarnya dengan suara lirih.
Tak selalu rezekinya di dapat di sekitaran kampus ITB, Darta pun mencoba peruntungannya di tempat lain. Biasanya dia membuka lapak di Simpang Lima, Dago, Bandung.
Atau di sekitaran Jalan Sukajadi, tepatnya di depan Rumah Sakit Sukajadi. Besar perjuangan Darta. Semua dia lakukan dengan berjalan kaki. Jarak ketiga tempat itu berjauhan. Diperkirakan Jalan Ganeca-Simpang Lima 2 kilometer, Jalan Ganeca-Sukajadi sekitar 5 kilometer.
"Bapak kuat kok, kalau pakai angkot uangnya nanti gak bisa buat makan," imbuhnya.
Tak ada raut pesimis dalam wajah Darta. Meski hari demi hari dilaluinya dengan sulit, tapi dirinya yakin bahwa Tuhan telah memberikan jalan terbaik.
"Dulu bapak pernah jadi tukang sapu di SMA 3 dan 5 Bandung, tapi Bapak memutuskan untuk jualan saja, yang penting bapak tidak minta-minta," ujarnya.
Tampak raut wajah sumringah di sela-sela obrolan. Sebab beberapa pembeli ada yang memborong amplopnya. Dia mengaku ingin pulang bisa lebih sore.
"Pengen pulang cepat," singkatnya, yang sudah mengantungi Rp 30 ribu hari itu. Darta bertempat tinggal di Desa Cipicung, RT 6/RW1, Kabupaten Bandung. Jarak desa ini ke tempat kakek berjualan diperkirakan mencapai 20 kilometer.
"Bapak berangkat jam setengah 5 subuh. Di jalan bisa sampai dua jam. Ongkosnya bisa mencapai Rp 12 ribu, bolak-balik," katanya.
Sungguh perjuangan luar biasa. 12 tahun lebih menjual amplop, Darta tak pernah mengeluh. "Tuhan punya jalan bagi orang yang mau berusaha," ujarnya menutup pembicaraan.
Sabtu, 31 Januari 2015
Bisnis
menurut pandangan ilmu ekonomi adalah sebuah organisasi dengan tujuan
menjual barang dan jasa kepada pembeli atau usaha lainnya dengan tujuan
mendapatkan laba keuntungan. dalam bahasa inggris bisnis adalah business
dasar katanya adalah busy yang dalam bahasa indonesianya adalah sibuk,
sehingga bisnis dapat diartikan menjadi sesorang ata banyak orang yang
meengerjakan sebuah pekerjaan atau kesibukan yang mendatangkan
keuntungan.
Bisnis
dalam pandangan ekonomi kapitalis yang di mana hampir semua bidang
bisnis adalah bersumber dari masyarakat dari pihak swasta, bisnis
terbentuk dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang dimana pemilik
bisnis tersebut mengupayakan hasil yang maksimal sehingga dapat
memakmurkan dirinya. Akan tetapi ada juga beberapa bisnis yang tidak
mengejar keuntungan seperti itu, seperti misal dalam bisnis yang
koperatif dalam bisnis koperatif berbeda dari bisnis kapitalis oleh
karena tujuan dari bisnis koperatif adalah mensejahterahkan seluruh
anggota yang menumbuhkembangkan bisnis tersebut dan meningkatkan
kemakmuran rakyat, sehingga model bisnis koperatif sangat dekat dengan
sosial yang dimana bisnis koperatif banyak di kelola oleh pihak
pemerintah dan institute sosial.
Bisnis dalam pandangan etimologi adalah di mana sebuah organisasi yanng sibuk bekerja untuk menghasilkan keuntungan. ada 3 penggunaan yang dipakai pada kata bisnis sesuai dengan tujuan dan harapannya masing masing, yang pertama bisnis bisa dipandang adalah sebuah badan usaha, yang kedua busnis bisa dipandang hanya sebagai ekonomis dan yang ketiga bisnis bisa dipandangan adalah sektor pasar, namun definisi bisnis hingga saat ini masih saja terus menjadi bahan perdebatan.
Bisnis dalam pandangan etimologi adalah di mana sebuah organisasi yanng sibuk bekerja untuk menghasilkan keuntungan. ada 3 penggunaan yang dipakai pada kata bisnis sesuai dengan tujuan dan harapannya masing masing, yang pertama bisnis bisa dipandang adalah sebuah badan usaha, yang kedua busnis bisa dipandang hanya sebagai ekonomis dan yang ketiga bisnis bisa dipandangan adalah sektor pasar, namun definisi bisnis hingga saat ini masih saja terus menjadi bahan perdebatan.
Minggu, 18 Januari 2015
" Sebenarnya Musuh Terberat dalam Hidup ini Adalah Sisi dibalik diri kita sendiri,Karena di satu diri kita menyimpan sesuatu yang buruk"
nah itu seseorang ahli yang pernah berkata maka sebenarnya diri kitalah yang mesti ditakutkan ,untuk menjaga nafsu kita ,menjaga lisan kita menjaga semua yang berada didiri kita.
CERPEN
Cerpen Sedih - Biarkan Aku yang Pergi
BIARKAN AKU YANG PERGI
Karya Dinda Pelangi
Malam yang sejuk mengiringi kesepianku. Angin malam turut membelai
lembut rambutku. Menemaniku yang tengah sendiri menatap indahnya bumi.
Sebagai teman paling setia dikesendirianku dalam ketidakadilan ini.
“Oh Tuhan, kapan semuanya akan berubah?” tanyaku dalam pengharapan.
Tiba-tiba pintu kamarku diketuk dengan cukup pelan.
“pasti bi Imah.” Tebakku
“iya, sebentar!” sahutku sembari berjalan dari serambi kamar.
“Maaf non, waktunya makan malam. Yang lain sudah ngumpul dibawah.” Ucap Bi Imah saat pintu kamarku terbuka.
“ok bi Dera juga udah lapeer banget.” Candaku padanya.
Bi Imah adalah seseorang yang merawatku sejak lahir. Bagiku, ia sudah seperti Ibu kandungku. Dirumahku, hanya Bi Imah yang peduli dengan keadaanku. Disaat aku sakit, hanya ia yang selalu repot menyiapkan obat, hanya ia yang selalu tahu betapa sedihnya aku disaat nilai raportku jauh dari nilai kak Dara. Hanya ia yang tahu betapa aku ingin seperti kak Dara, saudara kembarku.
****
“wah ada ayam bakar nih. Heem maknyus” ucapku seraya menduduki kursi favoritku.
“dasar gak sopan…” sindir Ayah padaku.
“makanya, jangan nyerocos aja dong jadi cewek.” Timpal kakakku, Virgo.
“iya Dera, kamu duduk dulu baru ngomong, kan ada Papa sama Mama disini. Jadi sopan dikit Ra.” Tambah Kak Dara.
“iya Dera, betul tuh kata Dara. Contoh dia.” Tambah Ibu lagi.
“ok, aku pergi. Silahkan makan!!” ucapku dengan sinis.
Akupun bergegas naik menuju kamarku tanpa sedikitpun menyentuh makanan disana. Padahal sebenarnya maagku kambuh dan rasanya sangat perih. Tapi lebih perih lagi disaat aku tak pernah mendapatkan kasih sayang dari semua orang yang aku sayangi.
****
Matahari menjelma masuk kedalam kamarku yang pemiliknya masih tertidur lelap. Hingga aku terbangun karena silaunya sinar yang menerpa mataku.
“humh, udah pagi to” ucapku pada diri sendiri,
Aku bergegas mandi dan memakai pakaian sekolahku. Dengan aksesoris biru yang lengkap. Pagi ini, aku tak ingin sarapan. Aku hanya mengunjungi Bi Imah yang ternyata sedang menyiapkan bekal untukku.
“makasih ya Bi, Dera sayang Bibi.” Ucapku dengan tulus padanya
“iya non, Bibi juga sayangg banget sama non Dera, semangat ya Non sekolahnya.” Sahut bi Imah menyemangati.
Setibanya disekolah, aku segera menuju ruangan tempatku ulangan. Jadwal hari ini adalah matematika dan bahasa inggris. Pelajaran menghitung yang sangat menyebalkan untukku. Karena aku tak seperti kak Dara yang jago menghitung. Dugaanku tepat, soal kali ini susahnya minta ampun. Hingga kertas ulanganku hampir tak terisi. Namun kalau bahasa inggris, inilah kehebatanku. Semua soal dapat kukerjakan dengan mudah. Karena sejak kecil aku sudah sangat hebat berbahasa inggris. Seperti Om Frans dan Tante Siska yang semasa di Jakarta sangat menyayangiku jauh lebih besar dari orang tua kandungku. Namun kini mereka telah pindah ke Amerika dengan anaknya, Dimas.
****
Waktu seakan berjalan dengan sungguh cepat, kini saatnya pembagian hasil belajar siswa. Kebetulan, aku dan kak Dera berbeda kelas dan sekolah. Kalau aku masih berada dikelas satu SMA, sedangkan ia sudah berada dikelas dua. Semua terjadi karena aku pernah tak naik kelas sewaktu disekolah dasar. Kalau kak Dara sengaja Papa sekolahkah di sekolah terfavorit di Jakarta, sedangkan aku bersekolah di SMA yang didalamnya hanyalah siswa buangan dari sekolah lain yang tidak menerima kami. Karena nilaiku tak sehebat nilai kak Dara dan Kak Virgo. Mereka memiliki IQ yang jauh lebih tinggi daripada aku.
“Pa, ambilin raport Dera ya.” Pintaku
“Papa sudah janji sama Dara kalau Papa yang akan mengambilkan raportnya. Kalian kan beda sekolah.” Jawab Ayahku.
“Ma, ambilin raport Dera ya!” pintaku lagi pada Mama.
“Mama udah janji sama Virgo ngambilib raportnya, dia kan sudah kelas tiga jadi harus diwakilin.” Jawab Mama.
“oh gitu ya.” Balasku dengan kecewa.
Aku hanya bisa menangis sendirian didalam kamar. Tidak ada satu orangpun yang mau mengambilkan raportku. Jalan terakhir adalah Bi Imah. Dan tentu saja ia sangat mau mengambilkan raportku.
“Gimana bi hasilnya?” tanyaku dengan penasaran
“Non Dera juara 1 non.” Ucap bi Imah dengan semangat.
“hah? Beneran bi?” sahutku tak kalah semangat.
Ternyata usahaku tak sia-sia, akhirnya aku bisa menyamai prestasi kak Dara.
****
Setibanya dirumah, semua orang yang sedang tertawa ria melihat hasil belajar kak Dara dan kak Virgo menjadi terdiam disaat kedatanganku dan Bi Imah.
“gimana hasilnya Ra?, pasti jelek.” Ucap kak Virgo menyindirku.
“gak ko, aku juara 1.” Ucapku dengan semangat.
“ah, juara 1 disekolahmu pasti juara terakhir dikelas Dara.” Ledek Ayah padaku.
Aku kecewa, benar-benar kecewa karena semua prestasi yang kuraih tak penah dihargai sama sekali. Dengan kecewa aku berlari menuju kamarku, kuratapi semua ketidakadilan ini. Aku tidak keluar kamar selama dua haripun tak ada yang peduli. Semua orang dirumah hanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, tak terkecuali Bi Imah yang hampir setiap jam membujukku untuk keluar. Maagku kambuh, rasanya teramat perih dari yang biasanya.
“oh Tuhan, kuatkan aku!” pintaku
Dihari ketiga aksi diamku dikamar, tiba-tiba rumahku terdengar sebuah suara yang sangat kukenal. Ternyata hari ini, keluarga Om Frans sudah tiba di Jakarta untuk berlibur bersama keluarga kami.
“Dimas? Aku merindukanmu.” Ucapku dengan tertunduk lesu dikamar.
Aku keluar kamar untuk menemuinya, namun ternyata ia sudah berubah dan tak peduli lagi padaku. Semuanya benar-benar berubah, dan kini janjinya ia ingkari untuk menemuiku. Penantianku sia-sia, semua orang telah membenciku dan menjauhiku. Aku sendirian dirumah, bi Imah pulang kekampung karena anaknya sakit. Sedangkan yang lain sedang makan malam dihotel. Dan aku? Tertinggal disini.
****
Aku hanya makan dan terus memasukkan roti berselai srikaya kemulutku. Sedangkan yang lain asyik berbincang-bincang dengan topic kak Dara dan Dimas. Yang aku tahu, mereka terus membanggakan dua orang yang berprestasi tersebut. Hingga Om Frans dan Tante Siska juga turut berubah padaku. Semua orang mengucilkanku disini. Sesudah sarapan pagiku habis, aku segera pamit menuju taman belakang yang ternyata disana ada kak Dara dan seseorang yang sangat aku sayangi, kak Dimas. Disana, aku sedang melihatnya memberikan setangkai mawar pada kak Dara. Ternyata mereka sudah jadian dan aku tahu, bahwa kak Dimas telah melupakanku.
****
Akhirnya, hari yang telah lama kunantikan tiba juga. Hari ini, pertandingan karateku akan berlangsung. Namun sayang, semua orang yang kusayang tak ada yang mau hadir disini. Semuanya memilih hadir dilomba kak Dara, olimoiade sains. Walau sedikit kecewa, akan kubuktikan bahwa aku adalah Dera yang hebat. Keinginanku terwujud, aku menang dan meraih juara satu dipertandingan karate nasional yang diadakan di Jakarta.
“kita panggil, juara nasional karate tahun ini. Alderaya Zivanna dari Jakarta.” Panggil pembawa acara.
Dengan diiringi tepuk tangan meriah, ku naiki podium kebesaranku, dan kurasakan aku sangat dihargai disini.
****
Setibanya dirumah, kuletakkan foto keberhasilanku diruang tamu, namun disaat kedatangan kak Dara dan yang lainnya, kulihat kemurungan disana. Dan setelah melihat foto keberhasilanku, kak Dara malah menangis dan berlari menuju kamarnya.
“kamu sengaja meledek Dara?” Tanya Papa dengan sinis.
“gak pa! maksud Papa apa sih?” tanyaku tak mengerti.
“Dara kalah sedangkan kamu menyombongkan diri dengan memajang fotomu diruang ini. kamu tahu kan bahwa diruang ini hanya foto-foto keberhasilan Dara yang boleh menempatinya.” Jawab Papa yang membuatku sangat kecewa.
“Lepas Fotomu!” ucap Mama dengan agak ketus padaku.
Kulepas foto yang sangat aku harapkan menjadi penghubung agar keluargaku menyanjungku. Sebuah harapan yang sejak dulu selalu ku inginkan. Karena aku selalu iri disetiap kak Dara dipuji dan disanjung oleh papa dan mama, serta semua tamu yang pernah berkunjung kerumahku. Sekarang pertanyaan terbesarku adalah,
“apakah aku anak kandungmu Ma? Pa?”
Pertanyaan yang tak pernah terjawab oleh lisan, namun terjawab oleh perbuatan mereka padaku. Seorang anak yang selalu tersingkirkan oleh ketidakadilan.
****
Hari demi hari terus berganti, dan semenjak itu pula kak Dara menjadi seseorang yang terpuruk. Aku bisa merasakan perasaannya yang tertekan karena ia kalah diolimpiade. Yang kutahu, saudara kembarku ini terlihat lemah dari yang biasanya.
“Udahlah kak, gak ada gunanya ditangisin terus.” Ucapku menyemangati.
“udahlah Ra, kamu senang kan ngeliat aku kaya gini? Kamu senang kan ngeliat aku kalah?” jawabnya dengan menangis.
“gak ka, gak. Aku gak pernah ada niatan kaya gitu.” Sahutku.
“udahlah, pergi kamu dari kamarku, pergi…” ucapnya terpotong karena akhirnya ia terjatuh tepat didepanku.
“Pa, Ma, tolong kak Dara. Kak Dara pingsan Pa!” beritahuku
“apa? Kamu apain sih dia?” Tanya Papa sinis padaku.
“aku, aku gak ada ngapa-ngapain dia pa.” sahutku dengan menyembunyikan kesakitanku.
“pasti penyakitnya kambuh lagi pa, ayo cepat kita bawa kerumah sakit.” Ucapku pada Papa.
****
Hari ini tepat seminggu sebelum ulang tahunku dengan kak Dara. Aku takut kehilangannya, saudara kembarku yang sangat aku sayangi. Dokter bilang bahwa ginjalnya sudah benar-benar rusak. Yang aku tahu, kini ginjalnya hanya satu setelah setahun yang lalu satu ginjalnya sudah diangkat. Sedangkan aku masih mempunyai dua ginjal.
“hanya saudara kembarnya yang ginjalnya cocok dengan Dara. Jadi usahakan dengan secepat mungkin diadakan pencangkokan ginjal Pak” beritahu dokter pada Papa.
Setelah itu, aku menjadi sasaran semua orang yang menyayangi kak Dara. Semuanya memintaku untuk mendonorkan satu ginjalku padanya. Niatku memang sudah bulat bahwa aku akan mendonorkan kedua ginjalku pada kak Dara, tapi aku tak ingin ada yang tahu semuanya. Karena aku tidak mau mereka akan menyayangiku karena bersimpati denganku yang telah memberikan satu ginjal pada saudaraku. Aku hanya ingin kasih sayang tulus dari mereka, entahlah bagaimana caranya agar aku mendapatkannya.
“ah sudahlah Dera, kamu memang saudara yang kejam. Hanya menyumbangkan satu ginjal saja tidak mau. Untunglah ada seseorang yang baik hati yang mau menyumbangkannya pada Dara.” Ucap Papa
“aku kecewa sama kamu Dera, tega ya kamu sama kakak kamu sendiri.” Ucap Dimas dengan kecewa padaku.
“siapa yang mendonorkan ginjalnya Pa?” Tanya kak Virgo.
“entahlah, pendonor itu tidak mau diberitahu namanya. Bahkan ia memberikan dua ginjalnya dengan gratis pada Dara. Dia benar-benar berhati malaikat.” Jawab papa.
“andaikan kalian tahu kalau itu aku? Apakah aku akan diberi penghargaan dari Papa?” gumamku dalam hati.
****
Beberapa jam sebelum operasi pencangkokan dilakukan, aku menulis sebuah surat untuk semua orang yang aku sayangi. Entahlah, aku merasa akan meninggalkan mereka semua. Rasanya, aku sudah sangat lelah dengan hidupku sendiri. Sesudah selesai ku tulis, surat itu kutitipkan pada Bi Imah. Akupun berangkat menuju rumah sakit untuk segera menjalani operasi.
@ ruang operasi
Ruang ini tersasa begitu menakutkan. Semua benda yang kulihat hanyalah jarum suntik dan gunting. Alat-alat yang terlihat menakutkan bagiku. Aku dibawa lebih dulu keruang ini, agar tidak ada yang tahu siapa aku sebenarnya. Posisiku dan kak Dara dipisahkan oleh dinding pembatas. Hingga akhirnya aku dibius, dan kurasakan semuanya gelap.
****
Seminggu kemudian. . . .
“akhirnya kamu sembuh juga sayang. Mama khawatir banget sama kamu sejak kamu dioperasi. Untung ada pendonor itu.” Ucap Mamanya dengan penuh kasih sayang.
“Dan Happy Brithday Dara…” ucap semua orang serentak
“Makasih ya semuanya. Aku senanggg banget. Oya, Dera mana ya Ma? Gak tau kenapa Dara kepikiran dia terus. Hari ini kan ulang tahun kami” Sahut Dara.
“iya ya? Mana dia Bi?” Tanya Ibunya pada Bi Imah
“Sebentar nyonya.” Jawab Bi Imah dengan berlari menuju kamar Dara.
Dan beberapa menit kemudian sudah tiba dengan membawa sepucuk surat.
“ini surat dari Non Dera sebelum pergi.” Beritahu Bi Imah.
Walau agak heran, Ibunya pun membacanya dengan agak keras.
Untuk semua orang yang sangaaat Dera sayang
Mungkin saat kalian baca surat ini Dera gak ada lagi disini. Dera udah pergi ketempat yang saangaat jaauh. Oya, gimana kabar kak Dara? Gak sakit lagi kan? Semoga ginjalku dapat membantumu untuk meraih semua mimpi-mimpimu yang belum terwujud.
Teruntuk PAPA yang SANGAT KURINDUKAN
Gimana Pa? rumah kita udah tenang belum? Gak ada yang gak sopan lagi kan? Oh pasti gak ada dong ya? Ya iyalah, Dera si pembuat onar kan udah gak ada.
Teruntuk MAMA yang SANGAT-SANGAT KU RINDUKAN
Ma, Dera pasti akan sangat rindu dengan teddy bear pemberian Mama lima tahun yang lalu. Ma, Dera kangeeen banget pelukan Mama. Dera selalu iri saat Mama hanya mencium kak Dara disaat ia tidur. Dera iri melihat Mama yang selalu menyemangati kak Dara disaat ia sedang sedih. Dera iri dengan semua perhatian yang Mama berikan pada kak Virgo dan kak Dara. Dera sangaat iri.
Teruntuk KAK VIRGO dan saudara kembarku, DARA
Gimana kak, gak ada lagi kan yang ganggu kalian belajar? Gak ada lagi kan yang nyetel music keras-keras dikamar? Pasti rumah kita tenang ya, pastinya gak akan ada lagi yang akan membuat kalian malu karena punya saudara yang bodoh bukan? Oh, pastinya. Oya, SELAMAT ULANG TAHUN YA KAK, SELAMAT MENJALANI UMURMU YANG KE-17 TAHUN. Yang mungkin takkan pernah aku rasakan.
“Oh Tuhan, kapan semuanya akan berubah?” tanyaku dalam pengharapan.
Tiba-tiba pintu kamarku diketuk dengan cukup pelan.
“pasti bi Imah.” Tebakku
“iya, sebentar!” sahutku sembari berjalan dari serambi kamar.
“Maaf non, waktunya makan malam. Yang lain sudah ngumpul dibawah.” Ucap Bi Imah saat pintu kamarku terbuka.
“ok bi Dera juga udah lapeer banget.” Candaku padanya.
Bi Imah adalah seseorang yang merawatku sejak lahir. Bagiku, ia sudah seperti Ibu kandungku. Dirumahku, hanya Bi Imah yang peduli dengan keadaanku. Disaat aku sakit, hanya ia yang selalu repot menyiapkan obat, hanya ia yang selalu tahu betapa sedihnya aku disaat nilai raportku jauh dari nilai kak Dara. Hanya ia yang tahu betapa aku ingin seperti kak Dara, saudara kembarku.
****
![]() |
| Biarkan Aku yang Pergi |
“dasar gak sopan…” sindir Ayah padaku.
“makanya, jangan nyerocos aja dong jadi cewek.” Timpal kakakku, Virgo.
“iya Dera, kamu duduk dulu baru ngomong, kan ada Papa sama Mama disini. Jadi sopan dikit Ra.” Tambah Kak Dara.
“iya Dera, betul tuh kata Dara. Contoh dia.” Tambah Ibu lagi.
“ok, aku pergi. Silahkan makan!!” ucapku dengan sinis.
Akupun bergegas naik menuju kamarku tanpa sedikitpun menyentuh makanan disana. Padahal sebenarnya maagku kambuh dan rasanya sangat perih. Tapi lebih perih lagi disaat aku tak pernah mendapatkan kasih sayang dari semua orang yang aku sayangi.
****
Matahari menjelma masuk kedalam kamarku yang pemiliknya masih tertidur lelap. Hingga aku terbangun karena silaunya sinar yang menerpa mataku.
“humh, udah pagi to” ucapku pada diri sendiri,
Aku bergegas mandi dan memakai pakaian sekolahku. Dengan aksesoris biru yang lengkap. Pagi ini, aku tak ingin sarapan. Aku hanya mengunjungi Bi Imah yang ternyata sedang menyiapkan bekal untukku.
“makasih ya Bi, Dera sayang Bibi.” Ucapku dengan tulus padanya
“iya non, Bibi juga sayangg banget sama non Dera, semangat ya Non sekolahnya.” Sahut bi Imah menyemangati.
Setibanya disekolah, aku segera menuju ruangan tempatku ulangan. Jadwal hari ini adalah matematika dan bahasa inggris. Pelajaran menghitung yang sangat menyebalkan untukku. Karena aku tak seperti kak Dara yang jago menghitung. Dugaanku tepat, soal kali ini susahnya minta ampun. Hingga kertas ulanganku hampir tak terisi. Namun kalau bahasa inggris, inilah kehebatanku. Semua soal dapat kukerjakan dengan mudah. Karena sejak kecil aku sudah sangat hebat berbahasa inggris. Seperti Om Frans dan Tante Siska yang semasa di Jakarta sangat menyayangiku jauh lebih besar dari orang tua kandungku. Namun kini mereka telah pindah ke Amerika dengan anaknya, Dimas.
****
Waktu seakan berjalan dengan sungguh cepat, kini saatnya pembagian hasil belajar siswa. Kebetulan, aku dan kak Dera berbeda kelas dan sekolah. Kalau aku masih berada dikelas satu SMA, sedangkan ia sudah berada dikelas dua. Semua terjadi karena aku pernah tak naik kelas sewaktu disekolah dasar. Kalau kak Dara sengaja Papa sekolahkah di sekolah terfavorit di Jakarta, sedangkan aku bersekolah di SMA yang didalamnya hanyalah siswa buangan dari sekolah lain yang tidak menerima kami. Karena nilaiku tak sehebat nilai kak Dara dan Kak Virgo. Mereka memiliki IQ yang jauh lebih tinggi daripada aku.
“Pa, ambilin raport Dera ya.” Pintaku
“Papa sudah janji sama Dara kalau Papa yang akan mengambilkan raportnya. Kalian kan beda sekolah.” Jawab Ayahku.
“Ma, ambilin raport Dera ya!” pintaku lagi pada Mama.
“Mama udah janji sama Virgo ngambilib raportnya, dia kan sudah kelas tiga jadi harus diwakilin.” Jawab Mama.
“oh gitu ya.” Balasku dengan kecewa.
Aku hanya bisa menangis sendirian didalam kamar. Tidak ada satu orangpun yang mau mengambilkan raportku. Jalan terakhir adalah Bi Imah. Dan tentu saja ia sangat mau mengambilkan raportku.
“Gimana bi hasilnya?” tanyaku dengan penasaran
“Non Dera juara 1 non.” Ucap bi Imah dengan semangat.
“hah? Beneran bi?” sahutku tak kalah semangat.
Ternyata usahaku tak sia-sia, akhirnya aku bisa menyamai prestasi kak Dara.
****
Setibanya dirumah, semua orang yang sedang tertawa ria melihat hasil belajar kak Dara dan kak Virgo menjadi terdiam disaat kedatanganku dan Bi Imah.
“gimana hasilnya Ra?, pasti jelek.” Ucap kak Virgo menyindirku.
“gak ko, aku juara 1.” Ucapku dengan semangat.
“ah, juara 1 disekolahmu pasti juara terakhir dikelas Dara.” Ledek Ayah padaku.
Aku kecewa, benar-benar kecewa karena semua prestasi yang kuraih tak penah dihargai sama sekali. Dengan kecewa aku berlari menuju kamarku, kuratapi semua ketidakadilan ini. Aku tidak keluar kamar selama dua haripun tak ada yang peduli. Semua orang dirumah hanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, tak terkecuali Bi Imah yang hampir setiap jam membujukku untuk keluar. Maagku kambuh, rasanya teramat perih dari yang biasanya.
“oh Tuhan, kuatkan aku!” pintaku
Dihari ketiga aksi diamku dikamar, tiba-tiba rumahku terdengar sebuah suara yang sangat kukenal. Ternyata hari ini, keluarga Om Frans sudah tiba di Jakarta untuk berlibur bersama keluarga kami.
“Dimas? Aku merindukanmu.” Ucapku dengan tertunduk lesu dikamar.
Aku keluar kamar untuk menemuinya, namun ternyata ia sudah berubah dan tak peduli lagi padaku. Semuanya benar-benar berubah, dan kini janjinya ia ingkari untuk menemuiku. Penantianku sia-sia, semua orang telah membenciku dan menjauhiku. Aku sendirian dirumah, bi Imah pulang kekampung karena anaknya sakit. Sedangkan yang lain sedang makan malam dihotel. Dan aku? Tertinggal disini.
****
Aku hanya makan dan terus memasukkan roti berselai srikaya kemulutku. Sedangkan yang lain asyik berbincang-bincang dengan topic kak Dara dan Dimas. Yang aku tahu, mereka terus membanggakan dua orang yang berprestasi tersebut. Hingga Om Frans dan Tante Siska juga turut berubah padaku. Semua orang mengucilkanku disini. Sesudah sarapan pagiku habis, aku segera pamit menuju taman belakang yang ternyata disana ada kak Dara dan seseorang yang sangat aku sayangi, kak Dimas. Disana, aku sedang melihatnya memberikan setangkai mawar pada kak Dara. Ternyata mereka sudah jadian dan aku tahu, bahwa kak Dimas telah melupakanku.
****
Akhirnya, hari yang telah lama kunantikan tiba juga. Hari ini, pertandingan karateku akan berlangsung. Namun sayang, semua orang yang kusayang tak ada yang mau hadir disini. Semuanya memilih hadir dilomba kak Dara, olimoiade sains. Walau sedikit kecewa, akan kubuktikan bahwa aku adalah Dera yang hebat. Keinginanku terwujud, aku menang dan meraih juara satu dipertandingan karate nasional yang diadakan di Jakarta.
“kita panggil, juara nasional karate tahun ini. Alderaya Zivanna dari Jakarta.” Panggil pembawa acara.
Dengan diiringi tepuk tangan meriah, ku naiki podium kebesaranku, dan kurasakan aku sangat dihargai disini.
****
Setibanya dirumah, kuletakkan foto keberhasilanku diruang tamu, namun disaat kedatangan kak Dara dan yang lainnya, kulihat kemurungan disana. Dan setelah melihat foto keberhasilanku, kak Dara malah menangis dan berlari menuju kamarnya.
“kamu sengaja meledek Dara?” Tanya Papa dengan sinis.
“gak pa! maksud Papa apa sih?” tanyaku tak mengerti.
“Dara kalah sedangkan kamu menyombongkan diri dengan memajang fotomu diruang ini. kamu tahu kan bahwa diruang ini hanya foto-foto keberhasilan Dara yang boleh menempatinya.” Jawab Papa yang membuatku sangat kecewa.
“Lepas Fotomu!” ucap Mama dengan agak ketus padaku.
Kulepas foto yang sangat aku harapkan menjadi penghubung agar keluargaku menyanjungku. Sebuah harapan yang sejak dulu selalu ku inginkan. Karena aku selalu iri disetiap kak Dara dipuji dan disanjung oleh papa dan mama, serta semua tamu yang pernah berkunjung kerumahku. Sekarang pertanyaan terbesarku adalah,
“apakah aku anak kandungmu Ma? Pa?”
Pertanyaan yang tak pernah terjawab oleh lisan, namun terjawab oleh perbuatan mereka padaku. Seorang anak yang selalu tersingkirkan oleh ketidakadilan.
****
Hari demi hari terus berganti, dan semenjak itu pula kak Dara menjadi seseorang yang terpuruk. Aku bisa merasakan perasaannya yang tertekan karena ia kalah diolimpiade. Yang kutahu, saudara kembarku ini terlihat lemah dari yang biasanya.
“Udahlah kak, gak ada gunanya ditangisin terus.” Ucapku menyemangati.
“udahlah Ra, kamu senang kan ngeliat aku kaya gini? Kamu senang kan ngeliat aku kalah?” jawabnya dengan menangis.
“gak ka, gak. Aku gak pernah ada niatan kaya gitu.” Sahutku.
“udahlah, pergi kamu dari kamarku, pergi…” ucapnya terpotong karena akhirnya ia terjatuh tepat didepanku.
“Pa, Ma, tolong kak Dara. Kak Dara pingsan Pa!” beritahuku
“apa? Kamu apain sih dia?” Tanya Papa sinis padaku.
“aku, aku gak ada ngapa-ngapain dia pa.” sahutku dengan menyembunyikan kesakitanku.
“pasti penyakitnya kambuh lagi pa, ayo cepat kita bawa kerumah sakit.” Ucapku pada Papa.
****
Hari ini tepat seminggu sebelum ulang tahunku dengan kak Dara. Aku takut kehilangannya, saudara kembarku yang sangat aku sayangi. Dokter bilang bahwa ginjalnya sudah benar-benar rusak. Yang aku tahu, kini ginjalnya hanya satu setelah setahun yang lalu satu ginjalnya sudah diangkat. Sedangkan aku masih mempunyai dua ginjal.
“hanya saudara kembarnya yang ginjalnya cocok dengan Dara. Jadi usahakan dengan secepat mungkin diadakan pencangkokan ginjal Pak” beritahu dokter pada Papa.
Setelah itu, aku menjadi sasaran semua orang yang menyayangi kak Dara. Semuanya memintaku untuk mendonorkan satu ginjalku padanya. Niatku memang sudah bulat bahwa aku akan mendonorkan kedua ginjalku pada kak Dara, tapi aku tak ingin ada yang tahu semuanya. Karena aku tidak mau mereka akan menyayangiku karena bersimpati denganku yang telah memberikan satu ginjal pada saudaraku. Aku hanya ingin kasih sayang tulus dari mereka, entahlah bagaimana caranya agar aku mendapatkannya.
“ah sudahlah Dera, kamu memang saudara yang kejam. Hanya menyumbangkan satu ginjal saja tidak mau. Untunglah ada seseorang yang baik hati yang mau menyumbangkannya pada Dara.” Ucap Papa
“aku kecewa sama kamu Dera, tega ya kamu sama kakak kamu sendiri.” Ucap Dimas dengan kecewa padaku.
“siapa yang mendonorkan ginjalnya Pa?” Tanya kak Virgo.
“entahlah, pendonor itu tidak mau diberitahu namanya. Bahkan ia memberikan dua ginjalnya dengan gratis pada Dara. Dia benar-benar berhati malaikat.” Jawab papa.
“andaikan kalian tahu kalau itu aku? Apakah aku akan diberi penghargaan dari Papa?” gumamku dalam hati.
****
Beberapa jam sebelum operasi pencangkokan dilakukan, aku menulis sebuah surat untuk semua orang yang aku sayangi. Entahlah, aku merasa akan meninggalkan mereka semua. Rasanya, aku sudah sangat lelah dengan hidupku sendiri. Sesudah selesai ku tulis, surat itu kutitipkan pada Bi Imah. Akupun berangkat menuju rumah sakit untuk segera menjalani operasi.
@ ruang operasi
Ruang ini tersasa begitu menakutkan. Semua benda yang kulihat hanyalah jarum suntik dan gunting. Alat-alat yang terlihat menakutkan bagiku. Aku dibawa lebih dulu keruang ini, agar tidak ada yang tahu siapa aku sebenarnya. Posisiku dan kak Dara dipisahkan oleh dinding pembatas. Hingga akhirnya aku dibius, dan kurasakan semuanya gelap.
****
Seminggu kemudian. . . .
“akhirnya kamu sembuh juga sayang. Mama khawatir banget sama kamu sejak kamu dioperasi. Untung ada pendonor itu.” Ucap Mamanya dengan penuh kasih sayang.
“Dan Happy Brithday Dara…” ucap semua orang serentak
“Makasih ya semuanya. Aku senanggg banget. Oya, Dera mana ya Ma? Gak tau kenapa Dara kepikiran dia terus. Hari ini kan ulang tahun kami” Sahut Dara.
“iya ya? Mana dia Bi?” Tanya Ibunya pada Bi Imah
“Sebentar nyonya.” Jawab Bi Imah dengan berlari menuju kamar Dara.
Dan beberapa menit kemudian sudah tiba dengan membawa sepucuk surat.
“ini surat dari Non Dera sebelum pergi.” Beritahu Bi Imah.
Walau agak heran, Ibunya pun membacanya dengan agak keras.
Untuk semua orang yang sangaaat Dera sayang
Mungkin saat kalian baca surat ini Dera gak ada lagi disini. Dera udah pergi ketempat yang saangaat jaauh. Oya, gimana kabar kak Dara? Gak sakit lagi kan? Semoga ginjalku dapat membantumu untuk meraih semua mimpi-mimpimu yang belum terwujud.
Teruntuk PAPA yang SANGAT KURINDUKAN
Gimana Pa? rumah kita udah tenang belum? Gak ada yang gak sopan lagi kan? Oh pasti gak ada dong ya? Ya iyalah, Dera si pembuat onar kan udah gak ada.
Teruntuk MAMA yang SANGAT-SANGAT KU RINDUKAN
Ma, Dera pasti akan sangat rindu dengan teddy bear pemberian Mama lima tahun yang lalu. Ma, Dera kangeeen banget pelukan Mama. Dera selalu iri saat Mama hanya mencium kak Dara disaat ia tidur. Dera iri melihat Mama yang selalu menyemangati kak Dara disaat ia sedang sedih. Dera iri dengan semua perhatian yang Mama berikan pada kak Virgo dan kak Dara. Dera sangaat iri.
Teruntuk KAK VIRGO dan saudara kembarku, DARA
Gimana kak, gak ada lagi kan yang ganggu kalian belajar? Gak ada lagi kan yang nyetel music keras-keras dikamar? Pasti rumah kita tenang ya, pastinya gak akan ada lagi yang akan membuat kalian malu karena punya saudara yang bodoh bukan? Oh, pastinya. Oya, SELAMAT ULANG TAHUN YA KAK, SELAMAT MENJALANI UMURMU YANG KE-17 TAHUN. Yang mungkin takkan pernah aku rasakan.
Kalian semua harus tau, betapa AKU SANGAT MENYAYANGI KALIAN. Mungkin dengan kepergianku, smeuanya akan tenang dan rumah kita menjadi tentram. Dera harap, gak aka ada lagi yang terkucilkan seperti Dera. Yang selalu menangis setiap malam. Yang selalu merindukan hangatnya kekeluargaan. Mungkin dengan kepergian ini, aku akan tahu bagaimana kalian akan mengenangku, seperti akuyang selalu mengenang kalian setiap malam dengan tangisan. . . Semoga KALIAN SEMUA BAHAGIA TANPA DERA, AAMIIN.
Salam rindu penuh tangis bahagia
Alderaya Zivanna
Semua yang mendengar menangis. Mereka bertanya-tanya pada Bi Imah dimana Dera. Namun tiba-tiba telepon rumah berbunyi..
“iya, saya Hermawan, ada apa ya?” Tanya Papanya dengan penasaran.
Dan sesaat kemudian Papanya menangis dan segera mengajak anggota keluarganya ke Rumah sakit. Dan mereka terlambat, Dera telah pergi untuk selama-lamanya. Dan menginggalkan berjuta penyesalan disetiap tangis yang jatuh. Kini, ia telah tenang dan jauh dari ketidakadilan selama hidupnya. Walau air mata tengah menangisinya yang telah pergi untuk selama-lamanya. . .
The End
Langganan:
Komentar (Atom)


